"DwiBanet.Com : berisi Kumpulan Informasi menarik tentang Ape Aje, semoga bermanfaat"
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2011

Pentingnya Menikah Bagi Pria

Telah banyak tips dan saran yang kita terima dari mereka yang berpengalaman mengenai cara memilih pasangan hidup secara bijaksana. Tapi, yang juga tak kalah penting anda ketahui, adalah bahwa perkawinan yang bahagia ternyata berefek positif terhadap kesehatan, begitupun sebaliknya—menurut sebuah penelitian terkini.

Ada banyak alasan mengapa anda harus bersikap ekstra hati-hati dan bijaksana dalam menentukan pasangan hidup—salah satunya adalah bahwa anda akan menghabiskan seumur hidup bersamanya, juga menghasilkan buah hati dan membesarkannya bersama. Sehingga tak berlebihan kiranya bila anda mencari seseorang yang cocok dengan anda dalam banyak hal dan memiliki prinsip yang sama dalam memandang hidup—pendeknya seseorang yang dapat membuat anda bahagia. Tapi mungkin salah satu alasan terpenting yang tidak anda sadari adalah bahwa pasangan hidup yang anda pilih itu dapat mempengaruhi kesehatan fisik anda secara langsung, dan hal ini dapat dibuktikan dengan serangkaian pengukuran. "Memilih istri adalah pilihan terpenting dalam hidup ini, jauh lebih penting ketimbang memilih rumah atau apapun, ujar Bryan Baker, psikiater dari University of Toronto.


Jantung Permasalahan

Baker tahu betul masalah ini: Ia telah melakukan sejumlah studi sepanjang dekade lalu mengenai efek ketegangan dalam perkawinan dengan kesehatan kardiovaskular. Salah satu studinya yang terkini meneliti sejumlah pria dan wanita dengan tekanan darah pada ambang batas tinggi dan didapati bahwa ternyata kenaikan tekanan darah itu berhubungan langsung dengan apa yang disebutnya sebagai ‘gesekan dalam perkawinan’. "Penelitian kami mendapati bahwa jika perkawinan anda bermasalah, lebih baik anda menjauhi pasangan anda—karena jika anda tetap bersama pasangan anda, tekanan darah anda akan meningkat dan jika anda menjauhinya tekanan darah akan menurun," jelas Baker. Hal sebaliknya akan terjadi pada perkawinan yang bahagia. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pasangan dalam perkawinan yang bahagia memiliki dinding jantung yang lebih tipis dibanding pada perkawinan yang bermasalah, dan dinding jantung yang tebal mengindikasikan tekanan darah tinggi.

Sejauh ini penelitian yang dilakukan memang baru berkisar seputar efek kardiovaskular, namun tidak tertutup kemungkinan ada kelebihan dan kekurangan dalam perkawinan yang juga berpengaruh pada kesehatan. Salah satunya, menurut Baker, adalah bagaimana tubuh mengatasi stress (dalam perkawinan) dan cara stress tersebut memanifestasikan diri dan mempengaruhi sistem-sistem dalam tubuh. Dan efeknya dapat berupa perubahan dalam sistem kekebalan tubuh, depresi, gangguan pencernaan, gatal-gatal atau gangguan emosi seperti kecemasan berlebih, dan lain-lain.


Keuntungan dari Perkawinan yang Diberkati

Penelitian Baker tersebut menambah hasil dari penelitian-penelitian lain tentang efek perkawinan pada kesehatan yang kian berkembang. Sebagai contoh, salah satu penelitian menunjukkan bahwa stress pada perkawinan dapat menggandakan resiko menderita diabetes. Penelitian lain di Swedia menemukan bahwa wanita yang mengalami distress perkawinan memiliki resiko tiga kali lipat untuk mendapat serangan jantung yang kedua kalinya. Sementara penelitian ketiga mendapati bahwa interaksi positif dalam perkawinan dapat memacu sistem kekebalan tubuh dan mengurangi resiko penyakit jantung karena kadar hormon stress-nya menurun.

"Keuntungannya adalah peningkatan kualitas kesehatan fisik, meningkatnya ketahanan tubuh terhadap infeksi dan menurunnya kecenderungan untuk mati karena penyakit jantung, kanker, dan penyakit penyebab utama kematian lainnya," ujar John Gottman, PhD, seorang psikolog. "Keuntungan lain untuk kesehatan adalah panjang umur: Orang cenderung lebih panjang umur jika mereka terikat dalam sebuah perkawinan, terutama bila perkawinannya bahagia." Gottman, yang dianggap oleh banyak koleganya sebagai pionir di bidang penelitian seputar perkawinan, adalah seorang professor psikologi University of Washington, Seattle."Keuntungan tersebut dapat dibagi menjadi keuntungan bagi kesehatan fisik dan kesejahteraan mental," jelas Gottman. "Kecenderungan Anda untuk mengalami depresi, gangguan kecemasan, psikosis, stress paskatrauma dan fobia menjadi lebih kecil. Anda juga akan lebih jarang mengalami kecelakaan."

Tapi proses ini dapat berbalik jika ikatannya memudar karena suatu sebab. Bila salah satu pasangan meninggal, contohnya, seringkali pasangan lain tak lama akan meninggal pula, atau menderita apa yang disebut sebagai ‘sindroma patah hati’. "Tercatat proses penurunan yang terjadi pada masa berkabung," tambah Gottman. "Mereka benar-benar mengalami perkabungan secara fisik dan tubuhnya memproduksi hormon stress (kortisol), dan banyak sistem dalam tubuhnya mengalami penurunan fungsi. Pasangan yang ditinggal mati juga menjadi lebih rentan terhadap semua agen infeksi karena sistem kekebalannya tak bekerja sama sekali, sehingga ia lebih mudah terserang pneumonia dan tak lama kemudian meninggal. Selain itu, mereka juga cenderung kehilangan semangat hidup." Menurut skenario ini, pria lebih sering menjadi pasangan yang menderita ‘sindroma patah hati’. Namun, pria dapat menangguk lebih banyak manfaat dari perkawinan bagi kesehatannya selama ia hidup, jelas Gottman.


Lebih Banyak Keuntungan untuk Pria

"Pada perkawinan yang bahagia, baik pria maupun wanita dapat mengambil keuntungan yang sama besar untuk kesehatannya; tapi bagi pria, hanya dengan menikah saja sudah memberinya banyak keuntungan," ujar Gottman. "Salah saatu jalan dimana perkawinan memberi keuntungan pada pria adalah dengan mengurangi resiko: Mereka akan cenderung mengurangi aktivitas berbahaya seperti melakukan terjun bebas atau kebut-kebutan di jalan, mereka mulai memeriksakan kesehatannya dan makan lebih teratur. Hal ini merupakan sesuatu yang jarang dilakukan pria lajang, yang hidupnya seringkali serabutan dan tak teratur. "Sementara, kaum wanita cenderung lebih sedikit terlibat kegiatan-kegiatan yang beresiko, lebih sering memeriksakan diri ke dokter bila menemukan keluhan fisik, dan mampu merawat diri lebih baik," jelasnya. "Perbedaan besar lainnya adalah pria memiliki sistem jaringan penyangga sosial yang payah, sementara wanita memiliki jaringan penyangga sosial yang hebat."

Kesemuanya itu hanya untuk menunjukkan betapa pria dapat lebih terawat bila mereka menikah, ujar David Woodsfellow, PhD, direktur Center for Relationship Therapy di Atlanta. "Bila pada peran tradisionalnya pria menjadi penyangga, peran tersebut sebenarnya lebih tepat disebut sebagai penyangga keuangan semata," tambahnya. "Dalam peran tradisional tersebut, wanita-lah yang berperan sebagai penyedia kehangatan, kenyamanan di rumah, dan seringkali juga penyedia pangan, sandang dan perabot rumah tangga lainnya. Menurut saya, adalah peran-peran tersebut dan jejak-jejaknya yang berperan dalam temuan bahwa menikah lebih baik bagi pria.


Menjembatani Perbedaan

Jadi, kini telah terbukti bahwa perkawinan itu baik bagi kesehatan. Lalu, bagaimana para pasangan dapat memperoleh keuntungan maksimal dari perkawinan bagi keuda belah pihak? Woodsfellow menawarkan empat tips berikut untuk menjembatani perbedaan yang tak dapat dihindari dalam perkawinan serta untuk menjaga perkawinan tetap sehat dan bahagia.
    • Berbicara pada pasangan setiap hari. "Pastikan anda memahami apa saja yang dialami pasangan anda hari itu," ujarnya. "Hal itu merupakan salah satu jenis pemanfaatan waktu yang berkualitas, yaitu memberi perhatian yang tak terbagi."
    • Saling memuji dan mengatakan hal yang baik tentang pasangan anda. Lakukan hal ini sesering mungkin.
    • Coba untuk tidak menolak pasangan anda. "Bila pasangan membutuhkan anda, cobalah untuk menanggapinya dan bukannya berbalik memunggunginya, sesibuk apapun anda," ujar Woodsfellow.
    • Kembangkan ritual, kata rahasia, sinyal rahasia, kebiasaan kecil bersama pasangan anda. "Hal-hal kecil yang spesial dapat menumbuhkan ikatan yang spesial, menciptakan saat-saat keintiman khusus," tambahnya.
Semua tentang Komitmen

"Inilah salah satu manfaat terbesar dari cinta: Ketika dua orang saling mencintai dan memutuskan untuk membuat komitmen bersama, mereka menjadi amat rentan sekaligus kuat—karena mereka berdua menjadi amat peduli satu sama lain," ujar Gottman. "Itulah hebatnya dari segala keuntungan ini: Semuanya disebabkan karena adanya komitmen yang kuat. (Sari)

Rabu, 13 Oktober 2010

10 Mafia Terbesar dan Berpengaruh Di Dunia


Mafia adalah kelompok kejahatan terorganisir, yang biasanya terdiri dari satu suku bangsa atau kelompok etnis. Dengan sumberdaya uang yang sangat besar yang berasal dari kegiatan ilegal mereka, mereka dapat membeli para penegak hukum bahkan politisi, sehingga kejahatan mereka sulit diberantas. Berikut 10 Mafia dunia yang paling terkenal diurutkan dari Jumlah dan kadar kejahatan dan pengaruhnya di dunia.

Senin, 23 Agustus 2010

6 HOBBY ANGGOTA DPR RI

6 HOBBY ANGGOTA DPR RI: : 

1. Tidur, hobby atau kebiasaan yang selalu dilakukan oleh anggota DPR dari jaman Orde Baru sampe sekarang juga...



2. Teriak-teriak kalo ngomong. Kalo ngomong kok harus pake urat sih kan dah ada mic, udah keras juga gak usah kayak rocker gitu, kalo mau teriak di panggung aja nyanyi lagu metal...



3. Nitip absen, gak malu yah makan gaji buta....



4. Bikin rusuhh, ini nih yang paling aktual dan baru aja kejadian kemaren, pada ribut, gak terkendali, dorong2an, pokoknya bener kata almarhum Gus Dur kalo DPR tuh kayak taman kanak kanak...




5. BBM, bukannya dengerin dan nanggepin sidang malah BBM ....



6. ini yang terparah,,(don't try this) malu2in,,hwhehwehhehehhehe 'NGUPIL'




sumber : terselubung.blogspot.com


PERATURAN LALIN TERBARU POLRI........




"Buat Teman-Teman Jika ingin Berkendara Harap Mengingat ini ya:

Undang-Undang Yang ditanda tangani Bpk SBY Tanggal 22 Juni 2009. UU Nomor 22 Tahun 2009.


JENIS PELANGGARAN :

TIDAK MEMILIKI SIM
Menurut Pasal 281, apabila pengendara kendaraan bermotor tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) bisa dikenakan denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah). Atau di pidana kurungan paling lama 4 bulan.

TIDAK BAWA STNK
Buat biker yang suka lupa bawa STNK harap waspada, karena menurut Pasal 288, setiap pengendara roda dua di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau surat tanda coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

MENGEMUDI TIDAK KONSENTRASI
Hati hati juga buat biker yang suka menelpon sambil mengendarai motor bisa kena sanksi pasal 283, menurut pasal ini bagi yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah.

KELENGKAPAN MOTOR
Bagi pengendara roda dua di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban, mengacu pada Pasal 285 dapat dikenai denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) atau pidana kurungan paling lama 1 bulan.

RAMBU DAN MARKA
Jangan abaikan rambu dan markah jalan, karena di Pasal 287 Pengendara motor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

HELM STANDART BUAT PENGEMUDI DAN PENUMPANG
Selalu pakai helm SNI saat mengendarai sepeda motor, baik pengemudi maupun penumpang motor. Karena menurut Pasal 291, bagi setiap pengemudi dan penumpang Sepeda Motor yang tidak mengenakan helm standar nasional Indonesia (SNI) dipidana dengan pidana kurungan paling lama sebulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

MENYALAKAN LAMPU UTAMA MALAM DAN SIANG HARI
Selalu nyalakan lampu utama motor Anda di Jalan pada siang maupun malam hari. Karena menurut Pasal 293, karena jika Anda tidak menyalakan lampu utama pada motor Anda di malam hari, Anda bisa dikenakan dipidana dengan pidana kurungan paling lama sebulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Bila sebelumnya ligh on disiang hari hanya dianjurkan, sekarang diwajibkan. Jika tidak menyalakan lampu utama di siang hari dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah).


BELOK KIRI LANGSUNG...????
Kalau dulu biker dapat langsung belok kiri meskipun saat itu lampu lalulintas menunjukkan warna merah. Sekarang tidak dibolehkan! Karena menurut UU No. 22 / 2009 Pasal 112, Pengemudi Kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas. Bagi yang melanggar akan ditilang dan dikenakan denda sebesar 250 ribu rupiah.

sumber :vietsjeremy.blogspot.com

Bimbingan Masuk Polri



BIMBINGAN MASUK POLRI

1. Untuk ijazah harus dilegalisir dari disdik.
2. Untuk tes kesehatan pertama baik pria/wanita sudah jelas pasti telanjang bulat. karena akan diperiksa kesehatan bagian luarnya. Mulai dari tinggi dan berat badan, tensi darah, telinga, mata, amandel, gigi, postur tubuh, tangan dan jemari, kulit (jangan ada tato/tindik), virgin dan payudara (wanita), parikokel dan hernia (pria), ambeien (hemorhoid), varises, sampai telapak kaki.
3. Kesehatan kedua adalah bagian dalam tubuh. Nanti akan diambil sampel darah dan urine kita. Kemudian di rontgen juga. yang suka mabok/ngerokok nanti ketahuan paru-parunya kotor.
4. Wawancara yang penting jujur dan apa adanya.
5. Psikotes ga usah dipaksain harus sesuai kemampuan aja, g kejawab semua bukan berarti mengurangi nilai. yang penting sehari sebelum tes harus istirahat total.
6. Jasmani = kita ambil amannya saja untuk pria
a. lari amannya minimal 2,5 km dalam 12 menit


b. pull up 6x dalam 1 menit

c. push up 43x dalam 1 menit
d. Sit up 50x dalam 1 mnit

e. shutlle run (lari angka 8) harus 18 detik.
f. Renang 25 meter yang penting sampai dalam 1 menit tanpa berhenti/ tenggelam
7. Pantohir cuma gitu2 aja dibarisin di dalam ruangan dihadapan para pejabat. dintanya2in gitu deh, diperiksa lagi. Katanya sih sebenarnya cikal bakal yang lulus dan gagal sudah ada sebelum pantohir juga, cuma untuk bahan pertimbangan lagi jadi ada pantohir.

8. Akademik belajar ja kayak mau ulangan
9. administrasi pendaftaran ktp, ijazah, dsb bisa dilihat di polres atau di internet.
10. Untuk lulusan SMU usia min 18th max 21th pas pendidikan. Tinggi 163 cm (pria), 160 cm (wanita) dengan berat badan ideal. Untuk S1 usia max 26th dan S2 usia max 28 tahun. kalo S1 profesi dokter usia max 28th. boleh berkacamata max -1 asal nilainya gede.

NB : Saran aja buat yang giginya bolong ditambalin(semen/laser), kalo ompong yang penting bukan gigi yang depan. Jerawat, borok dsb diobatin. Kelakuan dibenerin, etika, cara bicara dsb. yang penting semangt 45 harus tetap membara dan pantang menyerah.semoga membantu.


"(by yuwwdiroxx) :

PENGEMIS TERKAYA DI INDONESIA

PENGEMIS TERKAYA DI INDONESIA

: "Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.

Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.

Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.




Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.

Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.


Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik.

Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ”orang mampu”. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.

Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ”Yang penting halal,” ujarnya mantap.

Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurtu dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI.

Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ”Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,” ungkapnya.

Karena mengemis di Bangkalan kurang ”menjanjikan”, awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.

Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ”bakat” Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat.

Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ”Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,” ungkapnya bangga.

Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas. Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ”Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),” tegasnya.

Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ”Kami berpencar kalau mengemis,” jelasnya.

Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.

***

Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ”ilmu” dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya.

Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ”Pokoknya sudah enak,” katanya.

Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ”Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,” kenangnya.

Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah.

Cerita tentang ”keberhasilan” Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ”Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,” ujarnya enteng.

Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ”Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,” tegasnya.

Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur.

Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ”pos khusus”, Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan.

Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri.

Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan…

***

Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari.

Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan.

Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ”Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,” ucapnya.

Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ”Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,” katanya.

Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ”Saya ingin naik haji,” ungkapnya.


sumber : http://unikmedia.blogspot.com/
y
"

Bus Canggih "Anti Macet" China

Bus Canggih "Anti Macet" China: "


China menggantikan Amerika Serikat sebagai negara paling banyak memproduksi gas rumah kaca. Juga sebagai pemakai energi paling boros di dunia.

Namun, negeri ini tak berdiam diri. China terus berusaha dan memikirkan cara untuk mengatasi masalah polusi. Salah satunya membangun armada bus yang bisa 'mengangkang' -- ini adalah salah satu skema futuristik China.



Dalam upaya penyelamatan lingkungan, 'go green' dan mengurangi kemacetan tanpa harus menggusur bangunan untuk melebarkan jalan, perusahaan Shenzhen Huashi Future Parking Equipment sedang mengembangkan '3D Express Coach', bus cepat tiga dimensi.



Inovasi ini memungkinkan mobil-mobil -- dengan ketinggian maksimal 2 meter melewati kolong bus, ketika kendaraan itu berjalan.



Lalu, di mana penumpangnya?... Bagian atas bus dirancang sedemikian rupa untuk mengangkut penumpang.



Menurut China Hush, '3D Express Coach', juga ramah lingkungan. Ia tak menggunakan bahan bakar fosil, yang tak hanya makin langka tapi juga tak ramah lingkungan.







Bus canggih ini akan menggunakan energi kombinasi dari listrik dan energi matahari. Bus yang mirip trowongan ini bisa berjalan dengan kecepatan sampai 60 kilometer per jam dan mengangkut 1.200 hingga 1.400 penumpang.



Konstruksi trayek pertama sepanjang 115 mil akan dibangun di Distrik Mentougou, Beijing. Ini bukan lagi proyek impian. Sebab, pembangunannya akan dimulai akhir 2010.

Direktur Huashi Future Parking Equipment, mengklaim sistem ini relatif murah dan singkat. Hanya butuh waktu setahun dengan biaya 'hanya' memerlukan biaya 500 juta yuan atau US$73 juta untuk membangun sistem transportasi futuristik ini.











Source : vivanews.com








Created By....

viets jeremy
"

Anak Belajar dari Kehidupannya





' Jika anak dibesarkan dengan celaan, mereka belajar memaki '

'Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, mereka belajar berkelahi'

'Jika anak dibesarkan dengan rasa takut, mereka belajar untuk menjadi gelisah'

'Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, mereka belajar mengasihani diri sendiri'

'Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, mereka belajar merasa rendah diri'

'Jika anak dibesarkan dengan perasaan cemburu, mereka belajar merasakan iri hati'

'Jika anak dibesarkan dengan perasaan menyesal, mereka belajar untuk merasa bersalah'

'Jika anak dibesarkan dengan dorongan, mereka belajar untuk percaya diri'

'Jika anak dibesarkan dengan toleransi, mereka belajar untuk sabar'

'Jika anak dibesarkan dengan pujian, mereka belajar menghargai'

'Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, mereka belajar mencintai'

'Jika anak dibesarkan dengan dukungan, mereka belajar untuk menyukai diri mereka sendiri'

'Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, mereka belajar tentang pentingnya memiliki tujuan'

'Jika anak dibesarkan dengan suasana saling berbagi, mereka belajar bermurah hati'

'Jika anak dibesarkan dengan kejujuran, mereka belajar untuk menghargai kebenaran'

'Jika anak dibesarkan dalam kesetaraan, mereka belajar tentang keadilan'

'Jika anak dibesarkan dengan kelembutan dan perhatian, mereka belajar menghormati'

'Jika anak dibesarkan dengan perasaan aman,
mereka belajar untuk percaya pada diri sendiri  dan orang-orang di sekitarnya'

'Jika anak dibesarkan dalam suasana persahabatan,
 mereka belajar bahwa dunia adalah tempat tinggal yang nyaman.'


(Dorothy Law Nolte)