"DwiBanet.Com : berisi Kumpulan Informasi menarik tentang Ape Aje, semoga bermanfaat"
Tampilkan postingan dengan label Hepatoma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hepatoma. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2011

Kanker Sel Hati (Karsinoma Hepatoseluler)

Kanker Sel Hati (Karsinoma Hepatoseluler)
Hati adalah sebuah organ besar, padat, yang terletak berdempetan dengan dekat rongga badan di dalam perut sebelah atas kanan dan dilindungi seluruhnya oleh rangka iga. Hati mempunyai fungsi ganda: pertama, memproduksi dan mengalirkan empedu ke usus untuk pencernaan lemak dan kedua, mengolah makanan yang datang dari usus lewat vena porta, sampai ke bagian-bagian penting bagi metabolisme, di semua jaringan dan organ tubuh. Untuk hal itu ada empat sistem percabangan di seluruh hati. Pertama, kedua pembuluh darah masuk, yaitu pembuluh nadi hati yang berisi darah penuh zat asam dan vena porta dari usus yang berisi bahan makanan yang dua-duanya tentu bercabang di seluruh hati. Kemudian, dua sistem yang keluar: saluran-saluran kecil empedu dari seluruh hati yang bergabung menjadi sistem saluran empedu ke usus dan pembuluh balik hati ke pendarahan tubuh dengan nutrien untuk metabolisme dan asam arang yang akan dibersihkan di paru. Hati dibagi dalam berbagai bagian.

Hepatoma Kanker Hati
Hati mempunyai kemampuan istimewa untuk beregenerasi sesudah kehilangan jaringan atau terluka. Kehilangan jaringan oleh penyebab apapun juga, cukup cepat terkompensasi dan digantikan, tanpa meninggalkan bekas luka parut yang menyulitkan. Pada radang yang berlangsung lama, jaringan radang berubah menjadi jaringan ikat kaku yang mengisut, sehingga dapat mengakibatkan hilangnya fungsi yang serius. Keadaan ini, sesuai warnanya (kuning-jingga) disebut sirosis (kirrhos = jingga-kuning) merupakan salah satu dasar bagi kanker hati.

Di bawah istilah kanker hati, sekaligus dibicarakan kanker hati primer dan sekunder. Yang pertama, yang berpangkal dari sel-sel hati, disebut kanker sel hati (karsinoma hepatoseluler). Yang kedua terdiri atas sebuah kelompok metastasis yang berasal dari tumor induk dimanapun di dalam tubuh. Kita akan membahas terlebih dulu masalah kanker sel hati dan sesudah itu, beberapa ciri umum metastasis di hati.

Kanker sel hati
Kanker sel hati, adalah kanker hati ‘biasa’ yang terjadi di manapun di dunia, tetapi terjadi secara endemis pada penduduk asli di Cina, Asia Tenggara, dan negara-negara Afrika di sebelah Selatan Sahara. Di negara-negara ini, kanker berkembang khusus di hati yang terinfeksi hepatitis-B kronis. Insidens (frekuensi kejadian) di daerah endemis ini, tiga puluh per one hundred.000 penduduk per tahun, adalah sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan dengan negara risiko rendah, tempat dimana alkohol memegang peranan terpenting. Penggunaan alkohol secara intensif dan berlangsung lama di negara-negara Barat selalu merupakan penyebab penting dan sirosis hati dengan akibat meningkatnya insidens kanker hepatoselular yang tidak terhindarkan.

Kanker hati primer di daerah endemis sering berkembang cepat dan fatal. Inilah gambaran yang ditandai oleh penentuan diagnosis di dalam fase terminal. Semakin serius sirosis akibat hepatitits kronis, semakin besar risiko untuk berkembangnya karsinoma hepatoselular. Menurut kid keadaan ini dibagi tiga kelas (A, B, dan C) sesuai keseriusan penyakit, berdasarkan hasil pemeriksaan darah dan gambaran klinis. Di sini, kid C yang paling serius.

Penyaringan, terutama terarah pada penderita sirosis kid A, lewat pemeriksaan darah (a.l. penanda alfa-foetoprotein [AFP]) dan ekhografi dapat menghasilkan sejumlah kasus diagnosis dini.

Patologi
Tumor ini mempunyai banyak gambaran, bentuk, dan perluasan. Terkadang sumbemya terpencil, tetapi umumnya terdapat banyak tumor yang tersebar membaur di seluruh hati. Oleh karena itu, karsinoma hepatoselular sering berwujud sebagai proses multifokal. Suatu tumor terpencil tanpa gejala, dengan penampang kurang dari tiga sentimeter, sesudah tiga tahun mempunyai persentase ketahanan hidup sekitar lima puluh dan sesudah lima tahun sekitar sepuluh lebih. Metastasisnya terutama ke pare dan tulang.

Patologi Hepatoma, Gambaran klinis
Biasanya makan waktu lama sebelum muncul keluhan dan gejala. Selama tumor masih dikelilingi jaringan hati tidak ada gejala. Baru apabila tumor tumbuh menembus kapsula hati, akan terasa nyeri. Nyeri akut terjadi karena perdarahan dan tumor. Sering, perut membengkak (busung) karena cairan (asites) yang disebabkan oleh pembendungan vena porta akibat sirosisnya. Pada stadium lebih lanjut, nafsu makan hilang dan dapat muncul ikterus (penyakit kuning) akibat bendungan saluran empedu. Keluhan sering didominasi oleh dekompensasi sirosisnya: bendungan dengan asites (busung) serius, perdarahan pembuluh balik kerongkongan yang terbendung, dan buruknya keadaan umum. Pada sirosis hati dengan peninggian kadar AFP dalam darah yang sumber tumornya berada di hati seperti ditunjukkan secara ekhogafis, hanya memerlukan pemeriksaan sitologis dan cairan pungsi tumor untuk membuktikan diagnosis karsinoma hepatoselular.

Penanganan
Sebelum penanganan dimulai, harus ada gambaran yang jelas mengenai keadaan umum penderita dan situasi setempat. Seringkali keparahan sirosis hati menentukan terapinya. Apabila fungsi hati sangat terganggu tidak ada terapinya. Juga, terbendungnya hati karena sirosisnya akan melumpuhkan setiap aktivitas kuratif. Batas terapi bedah juga terletak pada keadaan hati setempat dan perluasan tumornya. Penderita sirosis kid A, mungkin dapat dioperasi; tetapi operasi tidak lagi dapat dipertimbangkan pada kid C. Operasi dan tumor ini, hanya mungkin, apabila masih terbatas sampai satu atau dua baga. Operasi sudah tidak mungkin dilakukan apabila ada beberapa tumor di dalam lebih dan dua bagian, tumor sudah meluas ke organ-organ sekitarnya, ada metastasis (sering di paru atau tulang), tumor bertumbuh masuk ke saluran empedu dan/atau ke pembuluh darah masuk dan keluar.

Sebagai tindakan paliatif, dapat dipertimbangkan embolisasi dari pembuluh nadi yang memberi makan tumor, pemberian sitostastika intra-arterial atau perfusi terisolasi dengan sitostatika pada hati. Transplantasi hidup sangat jarang dipertimbangkan. Penyinaran dan terapi sistemis juga hanya dimungkinkan secara terbatas, sehubungan dengan kemungkinan morbiditas hati. Prognosisnya buruk. Hanya reseksi parsial yang dilakukan pada tumor ganas terlokalisasi pada hati yang cukup sehat, memberikan kemungkinan penyembuhan. Persentase kekambuhan sesudah reseksi kuratif hampir hr.

Metastasis hati
Metastasis di hati, pertama-tama merupakan semaian dari semua jenis kanker di dalam saluran pencemaan makanan yang masuk lewat vena porta. Selanjutnya, datang dari tumor induk organ-organ lainnya, seperti dari jalan udara (terutama dari kanker paru), saluran kemih (seperti ginjal, prostat dan kandung kemih), organ kelamin, payudara, melanoma, dan tulang. Jadi tumor-tumor ini, bukan kanker hati, melainkan metastasis dad tumor ganas lain, dengan semua ciri kanker induknya.

Gejala klinis pada metastasis luas di had adalah keadaan umum yang lemah, panas, kehilangan nafsu makan, demam yang tidak dapat dijelaskan sebabnya, dan kehilangan gairah hidup. Sekali-sekali, reseksi dapat dilakukan apabila menyangkut tumor dalam jumlah kecil tanpa ada penyebaran di tempat lain. Nyeri karena pertumbuhan masuk dari metastasis ke kapsula hati dapat ditangani secara paliatif dengan penyinaran. Pemberian sitostatika secara intra-arterial juga dapat memberikan efek paliatif. Untuk metastasis terisolir dari tumor induk yang penanganannya bersifat kuratif, dapat dipertimbangkan untuk melakukan reseksi. Hal ini menyangkut kemungkinan untuk mencoba mencapai penyembuhan.

Rabu, 23 Februari 2011

Hepatoma : Kanker dari Sel Hati



HEPATOMA (karsinoma hepatoseluler) adalah kanker yang berasal dari sel-sel hati.
Hepatoma merupakan kanker hati primer yang paling sering ditemukan.
Karsinoma fibrolamelar merupakan jenis hepatoma yang jarang, yang biasanya mengenai dewasa muda. Penyebabnya bukan sirosis, infeksi hepatitis b atau c maupun faktor resiko lain yang tidak diketahui.


Karsinoma hepato seluler (KHS) atau disebut juga hepatoma adalah penyakit kanker hati primer yang paling banyak ditemukan dibandingkan dengan kanker hati primer lainnya. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan, tersebar di seluruh dunia dan kasus terbanyak terjadi di Sub-sahara Afrika dan Asia Tenggara.

Kanker yang berasal dari sel-sel hati ini secara makroskopis dibedakan atas tipe masif, nodular dan difus. Tipe masif umumnya terjadi di lobus kanan, berbatas tegas, dan dapat dikelilingi nodul-nodul kecil. Tipe nodular tampak berupa nodul-nodul dengan ukuran bervariasi dan terjadi di seluruh hati. Adapun karsinoma tipe difus sukar ditentukan batas-batasnya.

Bagaimana sampai terjadinya penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor yang diduga sebagai penyebabnya antara lain virus hepatitis B dan C, sirosis hati, aflatoksin, infeksi beberapa macam parasit, keturunan maupun ras.

Keluhan dan gejala yang timbul sangat bervariasi. Pada awalnya penyakit kadang tanpa disertai keluhan atau sedikit keluhan seperti perasaan lesu, dan berat badan menurun drastis. Penderita sering mengeluh rasa sakit atau nyeri tumpul (rasa nyeri seperti ditekan jari atau benda tumpul) yang terus menerus di perut kanan atas yang sering tidak hebat tetapi bertambah berat jika digerakkan.

Pada pemeriksaan bisa didapat hati membesar dengan konsistensi keras dan sering berbenjol-benjol, terjadi pembesaran limpa, serta perut membuncit karena adanya asites. Kadang-kadang dapat timbul ikterus dengan kencing seperti air teh dan mata menguning. Keluhan yang disertai demam umumnya terjadi akibat nekrosis pada sentral tumor. Penderita bisa tiba-tiba merasa nyeri perut yang hebat, mual, muntah, dan tekanan darah menurun akibat pendarahan pada tumornya.

Diagnosis KHS selain memerlukan anamesis dan pemeriksaan fisik juga beberapa pemeriksaaan tambahan seperti pemeriksaan radiologi (rontgen), ultrasonografi (USG), computed tomography scanning (CT scan), peritneoskopi, dan test laboratrium. Diagnosa yang pasti ditegakkan dengan biopsi hati untuk pemeriksaan jaringan.

Hepatoma selain menimbulkan gangguan faal hati juga membentuk beberapa jenis hormon yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin, kalsium, kolesterol, dan alfa feto protein di dalam darah. Gangguan faal hati menyebabkan peningkatan kadar SGOT, SGPT, fosfatase alkali, laktat dehidrogenase, dan alfa-L-fukosidase.

Pengobatan KHS yang telah dilakukan sampai saat ini adalah dengan obat sitostatik, embolisasi, atau pembedahan. Prognosis umumnya jelek. Tanpa pengobatan, kematian penderita dapat terjadi kurang dari setahun sejak gejala pertama.